Senin, 06 April 2015

BAB 7 MEMAHAMI KONSEP PENDAPATAN NASIONAL

Pertanyaan :

Jelaskan pengertian pendapatan nasional dan sebutkan metode-metode pendapatan nasional !

Jawaban :



Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun. Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto (PDB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar. 

metode perhitungan pendapatan nasional

  1. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
b.    Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p
c.    Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
                        Y = C + I + G + (X – M)

BAB 6 : MEMAHAMI KONSEP PASAR

Pertanyaan :

Jelaskan pengertian pasar persaingan monopolistik dan monopolitis..?

Jawaban :

Pasar monopolistik (kadang disebut juga pasar persaingan monopolistik atau pasar monopolistis) adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.

soal : bab 5 memahami konsep laba

Pertanyaan :

Jelaskan tentang Pengukuran Laba dalam Konsep Mempertahankan Kapital ?


Jawaban :

kapital Finansial (Financial Capital)
Kapital financial merupakan klaim dalam bentuk jumlah rupiah/dolar tanpa memperhatikan wujud fisiknya. Dengan konsep ini, laba atau atau return atas capital financial akan timbul bila jumlah rupiah klaim financial pada akhir periode melebihi jumlah rupiah klaim financial pada awal (setelah pengaruh transaksi pemilik dikeluarkan (Suwardjono).
Dalam analisis laporan keuangan, kita mengenal Return on Assets (ROA) yang mengukur tingkat return atas financial capital tersebut, dengan rumus seperti berikut:
ROA = Income

Kapital Fisik (Physical Capital)
kapital fisik adalah sumber ekonomis yang dikuasai oleh entitas yang dipandang sebagai kapasitas produksi fisik, yaitu kemampuan menghasilkan barang dan jasa. Dengan konsep ini, laba akan timbul/return atas kapital fisik (return on physical capital) apabila kapasitas produksi fisik pada akhir periode melebihi kapasitas produksi fisik pada awal periode. Kapital dapat dipertahankan apabila asset nonmeter diukur atas dasar nilai sekarang (current cost-nya) atau replacement cost-nya pada saat penilaian.
Kapasitas produksi tersebut dapat berupa:
  •   Aktiva nonmoneter dimiliki perusahaan
  • Volume produksi
  • Volume penjualan



Rabu, 01 Oktober 2014

TARMIDI ZAIN, ARTIKEL ILMU KIMIA, PENGARUH ION ASING TERHADAP KINERJA ESI TIMBAL (II) TIPE KAWAT TERLAPIS BERBASIS S-METHYL-N-(METHYLCARBAMOYLOXY) THIOACETIMIDATE UNTUK PENENTUAN KADAR TIMBAL DALAM IKAN


 ABSTRAK
Pengaruh ion asing terhadap kinerja ESI timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate atau methomyl untuk penentuan kadar timbal dalam ikan telah diteliti.hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan metode potensiometri ESI timbal (II) dan metode spektrofotometri serapan atom menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Sehingga, ESI timbal (II) dapat digunakan sebagai metode alternatif penentuan kadar timbal (II) dalam sampel ikan.Kata kunci: ion asing, methomyl, koefisien selektifitas, ingsang.

  PENDAHULUAN
    Pencemaran air merupakan salah satu perhatian penting yang diakibatkan oleh dampak perkembangan industri. Pencemaran air akan berdampak langsung pada biota di sekitarnya, salah satunya adalah ikan yang dapat dijadikan indikator dalam pencemaran lingkungan. Metode analisis timbal (II) yang umum digunakan adalah metode spektrofotometri. Metode ini memiliki keunggulan yaitu termasuk metode yang cepat dan memiliki ketelitian yang cukup tinggi. ESI timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl-N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate kemudian diaplikasikan pada sampel ikan untuk menentukan kadar timbal dalam ikan.
 METODA PENELITIAN
Bahan dan Alat
 Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah S-methyl-N (methylcarbamoyloxy) thioacetimidate (hasil isolasi dari Insektisida Lannate 40 SP), Pb(NO3)2 p.a (E Merck), larutan HNO3 65% (𝑣𝑣⁄) p.a, H2O2 p.a, Fe(NO3)3.9H2O p.a (E Merck), Cd(NO3)2.4H2O p.a, sampel ikan yang berasal dari pantai kenjeran, Surabaya dan akuades

Prosedur
Pengukuran Potensial ESI Timbal (II) tanpa adanya Ion Pengganggu dan dengan adanya Ion Pengganggu .
Pengukuran dilakukan terhadap ion yang mengandung ion utama yaitu Pb(NO3)2 10-1 - 10-5 M tanpa adanya ion asing. Dicatat hasil respon potensial, kemudian dilakukan pengukuran pada larutan Pb(NO3)2 10-1-10-5 M yang mengandung ion asing Cd2+ dan Fe3+ yang masing-masing dilakukan pada konsentrasi 10-3 M dengan perlakuan pengulangan sebanyak tiga kali .
Pengukuran Potensial ESI Timbal (II) pada Sampel Ikan  

Sampel yang telah dipreparasi, ditambahkan buffer asetat pH 7 hingga larutan memiliki pH 7 dan kocok hingga homogen. Sampel diukur pada suhu 25°C, kemudian dicatat respon potensial yang dihasilkan dan pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dibandingkan dengan pengukuran sampel ikan menggunakan spektrofotometri serapan atom (SSA).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Ion Asing

Pada penelitian ini digunakan variasi pengukuran konsentrasi ion utama 10-5 – 10-1 M yang merupakan rentang konsentrasi linier dari penelitian sebelumnya
Penentuan Kadar Timbal Menggunakan ESI Timbal (II) pada Sampel Ikan 
 
Penentuan kadar timbal (II) pada sampel ikan dapat dilakukan dengan metode potensiometri menggunakan Elektroda Selektif Ion (ESI) Timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl-N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate, yang diharapkan dapat menjadi metode alternatif disamping spektrofotometri serapan atom (SSA).

KESIMPULAN
ESI timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl-N-(methylcarbamoyloxy) thioace- timidate memiliki selektivitas yang baik dan tidak diganggu oleh ion asing Cd2+ dan Fe3+ pada konsentrasi 10-3M dengan harga Ki,j yang diperoleh dari kedua ion asing adalah <1. ESI Timbal (II) tipe kawat terlapis berbasis S-methyl-N-(methylcarbamoyloxy) thioacetimidate diaplikasikan pada sampel ikan perairan dengan konsentrasi timbal (II) yang terukur adalah sebesar 18,02 ppm timbal dengan akurasi 99,42 % dan presisi 99,71 %.
 DAFTAR PUSTAKA
 
1. Gbaruko, B.C., and Friday, O.U., 2007, Bioaccumulation of Heavy Metals in Some Fauna and Flora, Newyork.
2. Effendi, Hefni, 2003, Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan, Yogyakarta, Kanisius.
3. Badan Pengawas Obat Dan Makanan, Republik Indonesia, 2009, Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dan Kimia Dalam Makanan, Nomor HK.00.06.1.52.4011, Jakarta.
4. Salbiah, Effendy D.L.P, Aman C., 2009, Analisa Logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam Ketam Batu dan Lokan Segar yang berasal dari Perairan Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom, Universitas Sumatra Utara.
5. Bratovcic, A., A. Odobasic, dan S. Catic, 2009, The Advantages of the Use of Ion Selective Potentiometry in Relation to UV/Vis Spectroscopy, Agriculturae Conspectus Scientificus, no.3, Vol. 74, pp 139-142.
6. Fardiyah Q., 2003, Aplikasi Elektrode Selektif Ion Nitrat Tipe Kawat Terlapis untuk Penentuan Secara Tak Langsung Gas NO, Tesis, Bandung, Program Pasacasarjana, Institut Teknologi Bandung.
7. Pradani, D.R., 2009, Pembuatan dan Karakterisasi Elektroda Selektif Ion (ESI) Sianida Tipe Kawat Terlapis Dengan Konduktor Elektronik Ag/AgCl Untuk Penentuan Kadar Sianida Dalam Gadung (Dioscorea hispida Dennus), Skripsi, Universitas Brawijaya.Malang,hal 12.
8. Mazloum MA et al., 2003, Silver (1)-Selective Coated-Wire Electrode Based on an Octahydroxycalix[4]arene Derivative, Analytical Sciences 19: 1187-1190.
9. Atikah, 2005, Fenomena Transport Ion Nitrat pada Elektroda Selektif Nitrat Tipe Kawat Terlapis Membran dengan Aliquat 336-Nitrat, Disertasi Doktor, ITB, Bandung.
10. Umezawa, Y., P. Buhlmann, K. Tohda, dan S. Amemiya., 2000, Potentiometric Selectivity Coefficients of Ion Selective Electrodes part 1. Inorganik Cations, pure Appl, Chem.72(10): 1852-1854.